WHAT'S NEW?
Post Space...
Tampilkan postingan dengan label aagym. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aagym. Tampilkan semua postingan
~~Dari Ceramah Aa Gym (KH. Abdulah Gymnatsiar)~~

Lidah ini seperti peluru keluar dari laras, kalau sudah keluar tidak bisa ditangkap, seperti panah melesat dari busur, sekali lepas uda ga ketangkep. Makanya yang paling bagus itu berfikir dulu lalu dirasa rasakan oleh hati, baru bicara.

Jangan sembarangan, mulut ini seperti pisau kalau kita tidak menjaganya maka bisa melukai kita. Mulut ini seperti binatang buas, kalau ga pandai mengendalikan kita yang diterkam, makanya jika ga penting penting amat bicara, maka diam. Kalaupun mau bicara mikir dulu, selesai mikir dirasa-rasakan. “ini benar tidak yang saya omongkan”, “perlu tidak saya katakana sekarang?”, “manfaat tidak?” lalu rasa rasakan apa nih niatnya? Nafsu dihati ini? Ingin pamer atau nyakitin? Itu pake rasa. Kalau uda lewat proses yakin manfaat baru bicara.

Bicara ini bisa ada ujub, bisa ada riya. Cape beramal lewat mulut maka hancur pahalanya. Bisa dengki, bisa bohong, bisa fitnah, bisa ghibah, bisa janji palsu. Makanya jika orang ingin selamat, jaga lisan. Caranya jaga lisan yaitu ingat Allah maha mendengar.
~~~Dari Ceramah KH Abdullah Gymnatsiar (Aa Gym)~~~


Mungkin kita melihat seseorang melakukan maksiat dan kita menganggap dia hina dengan maksiatnya, padahal dalam pandangan Allah boleh jadi maksiat itulah yang akan mengantarkan dia taubat nasuha dan taubat nasuha membuat dosanya habis. Kita sibuk dengan kesalahan dia dan kita remehkan dia, sedangkan boleh jadi kesalahan dia itu yang mengantarkan dia bertaubat. 

Innallaha yuhibbu tawwabina wa yuhibul mutathahhirin
(Sesungguhnya Allah mencintai orang yang banyak bertaubat dan memelihara kesucian dirinya).

Hayoh bagaimana kita menghina seseorang karena kesalahannya padahal kesalahan itu yang membuat dia taubat dan menjadi mulia disisi Allah. Kita tetap meremehkan padahal dia melesat kedudukannya disisi Allah, makanya jangan suka merendahkan orang lain. Kita tidak tahu rencana Allah kepada setiap orang. 

Asal kita tahu aja bahwa setiap orang itu ciptaan Allah, tidak ada yang lebih sayang kepada ciptaan kecuali penciptanya. Kita mah ga begitu sayang kepada orang lain tapi Allah pencipta makhluk sayang sama yang Dia ciptakan. Dan Allah punya banyak jalan untuk menyelamatkan hambanya, apa perlunya kita meremehkan, mencaci dan merendahkan orang.

Kita bisa begini juga sudah ditolong oleh Allah. Mendingan kita merunduk, bantu orang yang belum tahu jadi tahu, yang tergelincir supaya dia bisa taubat dari pada sibuk kesana sini menghakimi mencela padahal kita belum tentu akan selamat dengan ilmu atau amal yang membuat kita ujub atau takabur. Hayu ah jangan somse.


Video Ceramah Full DISINI



Kata Kunci
Allah mencintai orang yang bertaubat
Kita belum tentu selamat 
Jangan meremehkan orang yang bermaksiat
Jangan menganggap kita lebih baik

Dari ceramah KH. Abdullah Gymnasiar.
Dalam Kuliah Pagi Radio MQ fm





 QS Atthalaq ayat 3

  وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا


"Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu"


Barang siapa yang bertawaqal kepada Allah niscaya Allah akan cukupkan keperluannya.
Imam Ibnu Qayim (Semoga Allah merahmati Beliau) mengatakan bahwa tawakal merupakan salah satu sebab terkuat yang dapat digunakan oleh seorang hamba untuk menolak apa yang tidak mampu ia tolak dari gangguan. Jadi fisik kita tidak mampu melawan, misalkan ada singa, tapi ketawaqalan kepada Allah bisa membuat singa ini tidak merugikan kita, karena tawaqal merupakan ikhtiar terhebat yaitu yakin kepada Allah Husnudzon kepada Allah.

Jadi saat kita tidak mampu menolak gangguan, dari perbuatan dzalim dan dari permusuhan makhluknya. Dan tawakal kepada Allah merupakan faktor terkuat untuk menolak hal tersebut karena Allah lah yang akan memberikan pertolongan kepadanya. Dan barang siapa yang Allah sebagai pemberi kecukupan dan pelindung baginya maka tidak ada celah bagi musuhnya untuk menyakitinya dan tidak akan berbahaya baginya kecuali hanya sebatas gangguan kecil saja seperti panas, dingin, lapar, haus. Adapun marabahaya yang dapat menghantarkan musuhnya kepada tujuan utamanya, maka selamanya tidak akan mungkin bisa. Tentu berbeda antara gangguan kecil secara dzahir yang dapat mengganggu dirinya sementara pada hakekatnya gangguan tersebut adalah perbuatan baik untuknya.

Misalkan ada singa, kita terpojok dan kita betul betul pasrah kepada Allah. Maka ketahui saja kalau singa itu ciptaan Allah, singa itu pekerjaannya bertasbih kepada Allah.  

"Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(At Taghaabun Ayat 1)

Dan singa itu sepenuhnya takluk dalam kekuasaan Allah, ketika singa melihat kita mungkin singa jijik yah.. “ini makanan kurang enak” mungkin begitu dalam penglihatan singa. Tapi oleh Allah mungkin dijadikan singa itu iba kepada kita jadi ga tega, semua itu mudah bagi Allah. Seperti bagaimana singa bisa mempunyai kasih sayang terhadap anaknya juga Allah yang mengilhamkan.


Dari Ceramah KH Abdullah Gymnasiar (Aa Gym) .
Dalam Kajian MQ Pagi.





Orang tawakal itu adalah orang yg paling sempurna ikhtiarnya, jadi kalau pontang panting kerja hati tidak ingat ke Allah itu tidak sempurna ikhtiarnya. 
Ada Hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam riwayat Abu Daud, Tirmidzi:
“Jika/ apabila keluar seorang lelaki dari rumahnya dengan berkata “Bismillahi Tawakaltu ‘alallah laa haula walaquwata illa billah” (Dengan Nama Allah aku bertawakal kepada Allah, Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah) Maka ia telah mendapat petunjuk, ia telah diberikan kecukupan dan ia diberikan pemeliharaan.”

Jadi kalau ada orang keluar dari rumah membaca “Bismillahi Tawakaltu ‘alallah laa haula walaquwata illa billah” (Dengan Nama Allah aku bertawakal kepada Allah, Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah). Doa tersebut akan berbuah 3 hal : Diberikan petunjuk, dicukupi, dilindungi/dipelihara. Dan syaitan waktu itu menjauh dan berkata: “Bagaimana kita bisa menipu orang yang sudah diberikan petunjuk, bagaimana kita bisa menyesatkan orang yang diberikan petunjuk, dicukupi dan dipelihara oleh Allah”

Sayangnya kita keluar rumah jarang pake doa ini, padahal kalau doa ini dipanjatkan dengan benar, penuh keyakinan kepada Allah dan Allah pasti tahu orang ini yakin atau tidak. 
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi diluar, kita tidak pernah tahu rezeki kita dimana yang sebenarnya paling berkah, tapi Allah tahu. 
Kita tidak tahu majelis ta’lim mana yang paling bisa mendekatkan kita kepada Allah, tapi Allah tau.
Kita tidak tau musibah apa yang akan menimpa, anjing mana yg akan menggigit, angkot mana yang akan nabrak, kita tidak tau keluar dari rumah kita apa yang akan terjadi. Tapi Dia Allah Maha Mengetahui.

Kitapun tidak tahu bagaimana kita memenuhi kecukupan kita, cukup itu bukan masalah lahiriah saja makan minum, oksigen juga kalau kurang bisa bermasalah, kurang tidur juga bermasalah. Kurang bisa mengendalikan nafsu juga bermasalah. Kita juga perlu ilmu, perlu kemampuan berpikir, perlu kemampuan mengendalikan nafsu dan itu cuma Allah yang bisa menolong kita.

Jadi jangan keluar dari rumah kecuali membaca doa “Bismillahi Tawakaltu ‘alallah laa haula walaquwata illa billah” (Dengan Nama Allah aku bertawakal kepada Allah, Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah).





kata kunci
Doa keluar rumah
bertawakal kepada Allah
memohon perlindungan Allah
meminta penjagaan Allah
tawakal adalah ikhtiar yang sempurna
Dari Ceramah KH Abdullah Gymnasiar (Aa Gym)
Dalam Acara MQ Pagi


Yang paling bisa mencukupi adalah yang paling tau apa yang diperlukan dan yang paling memiliki segala sesuatu yang diperlukan, Hanyalah Allah. Kita tidak pesan jadi orang, Allah lah yang menciptakan, yang mendesign, yang merancang diri kita dengan cermat. Sehingga yang paling tau keperluan kita adalah pencipta kita. 
Kita tidak tau banyak yang kita perlukan karena kita tidak mengenal banyak tubuh kita ini, tapi Allah pencipta kita tau dan Dia satu – satunya pemilik apapun yang kita perlukan. Dia Allah yang menciptakan kita Dia juga yang menciptakan keperluan kita, dan Dialah Allah yang menggenggam apapun yang kita perlukan dan dengan izinNya keperluan itu sampai kepda kita. Al-kaafi, Allah yang Maha mencukupi.

Oleh karena itu kita tidak perlu sibuk ingin kaya tapi ingin dicukupi saja, karena kaya itu tidak jelas sedang cukup itu jelas. Dan tidak perlu juga kita ingin banyak uang, karena banyak uang kalau tidak cukup tidak ada gunanya. Orang kaya harta belum tentu merasa cukup dalam hidupnya. Kalau Allah mau buat, terus aja orang itu memikirkan keperluannya.
Coba aa Tanya, “sudah makan belum?” ada yang jawab sudah ada yang jawab belum. Padahal semuanya sudah, tapi banyaknya mikir yang belum ada, kalau pertanyaannya sudah makan malam belum? Jawabannya?? Sudah kemaren malem yah… 

Nah untuk cukup ini ternyata bukan masalah pintar, hebat, rajin, bukan masalah kesempurnaan ikhtiar lahir, tapi kecukupan ini pintunya adalah 

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا 

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."



“Barang siapa yang tawakal kepada Allah artinya haqqulyaqin, Allah lah yang mengurus dirinya mencukupi dirinya menjaga dirinya. Tidak ada selain Allah yang bisa memberi se halus apapun selain hanya Allah saja. Selain Allah itu tidak punya apa-apa, selain Allah itu bodoh tidak berdaya  kecuali dititipi ilmu, selain Allah itu lemah kecuali dikuatkan Allah. Jadi hatinya itu hanya melihat Allah saja satu satunya penguasa, pemilik, penentu segala galanya sehingga dia merasa cukup dengan janji jaminan Allah, karena jaminan Allah pasti.





Kata kunci
Allah memberi rezeki dari arah yang tidak disangka sangka
Buat apa punya banyak uang kalau tidak mencukupi
Tidak perlu sibuk ingin kaya tapi ingin dicukupi saja
Ceramah KH. Abdullah Gymnasiar



Kita harus tafakuri ada pertanyaan seperti ini:

Mengapa orang itu rajin ibadah, rajin ke masjid tapi ko kelakuannya seperti yang kurang berubah? Mengapa ibu itu ke pengajian nya rajin bahkan seperti makan obat sehari tiga kali tapi yang berubah hanya seragamnya, sedangkan perilakunya awet dalam kekurangan? Kenapa orang itu pengurus masjid tapi tega kotak infaq diamankan oleh pribadinya? Mengapa itu lulusan perguruan tinggi agama, paham agama, sarjana agama tapi ko perilakunya seperti yang jauh dari agama? Kenapa itu ustadz penceramah sibuk mengajak orang lain kebaikan tapi ko perilaku sehari harinya seperti beda dengan yang diceramahkan?

Satu yang menyebabkan kita susah beramal padahal rajin ke majelis ta’lim yang pertama adalah boleh jadi kita salah niat. Allah maha mengetahui “dan Dia Maha Mengetahui apa yang ada didalam hati, mau engkau rahasiakan atau engkau jaharkan, Allah tahu isi hatimu

Datang ke Majelis ta’lim belum tentu seluruhnya ingin dekat dengan Allah. Allah itu tidak bisa dibohongi, walaupun tubuh kita sujud kepada Allah, belum tentu menurut pandangan Allah hatinya mau sujud. Walaupun pake sorban pake kopeah haji pake kerudung, belum tentu hatinya ingin dekat dengan Allah. Penampilan sorban ini boleh jadi ada keinginan duniawi dibalik penampilan ini. Ingin dianggap sholeh, ingin disegani, ingin dihormati, bukan untuk menghormati. Ingin dikenal banyak hafalannya, ingin dikenal sebagai ahli majelis ta’lim.

Kalau salah niat dari awal berarti tidak sampai ke Allah. Jaminan Allah bahwa amal itu tergantung dari niat. Ada ahli ibadah tapi tidak berubah juga, karena boleh jadi ibadahnya untuk duniawi. Dia ke masjid tiap shubuh tapi memang nikmatnya ingin dianggap sebagai ahli masjid. Jadi dia mempertahankan ke masjid supaya orang mengagumi dia.

Coba mana yang bahaya bagi ibu ibu, ingin kelihatan cantik apa ingin kelihatan sholehah? Kalau ibu ibu ingin kelihatan cantik, normal karena wanita, kalau laki laki ingin kelihatan cantik itu abnormal. Tapi kalau ibu ibu ingin kelihatan sholehah berarti dia sibuk mencari kedudukan dalam penilaian makhluk. Harusnya bukan ingin dianggap sholehah tapi ingin menjadi Sholehah, kalau ingin dianggap sholehah pasti kita ngebangun topeng dengan penampilan, dengan gerakan, tujuannya supaya orang menilai sholehah. Tapi kalau ingin jadi sholehah ga ada urusan dengan penilaian orang.
Siapapun yang niatnya hanya untuk duniawi, cenderung yang dibangun adalah topeng. Siapapun yang mencari kedudukan dihati manusia, lebih sibuk membangun topeng, ingin dipuji, dihargai, dikagumi. Dikagumi seluruh dunia tapi Allah tidak ridho, udah hancur kita ini.

Ayo kalau kita mau kemana mana kita berpikir dulu mau apa maksudnya ini. Periksa niat. Karena niat yang salah akan merusak. Ada hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam tentang dua orang yang berkelahi akhirnya yang satu terbunuh tapi keduanya masuk neraka. Kenapa yang dibunuh masuk neraka? Karena dia kalau ga terbunuh pasti membunuh. Jadi sudah ada niat membunuh hanya saja kebagian mati tapi dosanya udah dapet.

Ustadz Yusuf Mansur Ceramah dan bertanya (kepada jamaah): “Acungkan tangan siapa yang sudah niat jadi hafidz?” ternyata belum pada niat, ga ada yang ngacung.

Padahal niat saja jadi hafidz, kalau kita wafat inshaallah dapat pahalanya, tapi da ini mah niat juga engga. Padahal niat mah ga berat ya.


VIdeo selengkapnya disini