WHAT'S NEW?
Post Space...
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
~~~Dari Ceramah KH Abdullah Gymnatsiar (Aa Gym)~~~


Mungkin kita melihat seseorang melakukan maksiat dan kita menganggap dia hina dengan maksiatnya, padahal dalam pandangan Allah boleh jadi maksiat itulah yang akan mengantarkan dia taubat nasuha dan taubat nasuha membuat dosanya habis. Kita sibuk dengan kesalahan dia dan kita remehkan dia, sedangkan boleh jadi kesalahan dia itu yang mengantarkan dia bertaubat. 

Innallaha yuhibbu tawwabina wa yuhibul mutathahhirin
(Sesungguhnya Allah mencintai orang yang banyak bertaubat dan memelihara kesucian dirinya).

Hayoh bagaimana kita menghina seseorang karena kesalahannya padahal kesalahan itu yang membuat dia taubat dan menjadi mulia disisi Allah. Kita tetap meremehkan padahal dia melesat kedudukannya disisi Allah, makanya jangan suka merendahkan orang lain. Kita tidak tahu rencana Allah kepada setiap orang. 

Asal kita tahu aja bahwa setiap orang itu ciptaan Allah, tidak ada yang lebih sayang kepada ciptaan kecuali penciptanya. Kita mah ga begitu sayang kepada orang lain tapi Allah pencipta makhluk sayang sama yang Dia ciptakan. Dan Allah punya banyak jalan untuk menyelamatkan hambanya, apa perlunya kita meremehkan, mencaci dan merendahkan orang.

Kita bisa begini juga sudah ditolong oleh Allah. Mendingan kita merunduk, bantu orang yang belum tahu jadi tahu, yang tergelincir supaya dia bisa taubat dari pada sibuk kesana sini menghakimi mencela padahal kita belum tentu akan selamat dengan ilmu atau amal yang membuat kita ujub atau takabur. Hayu ah jangan somse.


Video Ceramah Full DISINI



Kata Kunci
Allah mencintai orang yang bertaubat
Kita belum tentu selamat 
Jangan meremehkan orang yang bermaksiat
Jangan menganggap kita lebih baik
Dari Ceramah Dr. Habib M. Rizieq Shihab.


Istilah yang tepat sebenarnya adalah Revolusi akhlak bukan revolusi mental, kenapa? Sebab yang mempopulerkan revolusi mental adalah Karl Marx yaitu sebagai pendiri pemikiran marsisme yang sangat terkenal. Dalam teorinya dia memperkenalkan istilah revolusi mental, kenapa dia memperkenalkan istilah revolusi mental? Karena bagi karl marx kalau seseorang itu beragama, bertuhan, maka menurut dia orang itu sudah memperbudak dirinya. Kalau dia bertuhan berarti dia memperbudak dirinya kepada tuhan, kalau dia beragama berarti dia membelenggu kebebasannya dengan aturan-aturan agama. Karena itu dia mengajak para pengikutnya untuk membebaskan dirinya dari ajaran agama, membebaskan mentalnya daripada perbudakan tuhan. Jadi kalau disebut revolusi mental berarti membebaskan mental umat beragama dari segala aturan dan ikatan ajaran agama atau aturan apapun yang menghubungkan dia dengan tuhan yang diyakininya. Itulah arti daripada Revolusi Mental.

Saya tidak paham, apakah jokowi saat meluncurkan istilah revolusi mental paham soal itu atau tidak. Mudah mudahan jokowi gak paham. Karena kalau jokowi gak paham ga tau apa apa, maka tidak ada masalah, berarti negeri kita masih selamat inshaAllah tidak ada aroma komunisme. Tapi kalau ternyata jokowi  paham dan dia memang punya maksud lain daripada jargonnya tadi maka jelas ini merupakan satu ancaman yang sangat berbahaya bagi akidah umat islam.

Terlepas dari itu semua umat islam wajib waspada dan kita doakan pak presiden jokowi dapat taufik hidayah dari Allah menjadi presiden yang beriman dan bertaqwa kepada Allah. Amin.



kata kunci:
Apa itu revolusi mental?
Mengapa revolusi mental?
Jargon komunis
Ancaman berbahaya bagi umat islam indonesia
Umat islam wajib waspada
Sejarah revolusi mental
Dari Ceramah Alhabib Jindan bin Novel bin Salim Jindan. 


Kamu pikirin tuh dunia yang sebentaran, udah ngumpulin harta sebanyak banyaknya, jabatan setinggi tingginya, udah susah payah taklukan ini taklukan itu, sudah jadi penguasa sudah mau menikmati tapi baru juga begitu, malaikat izrail datang pada kita untuk menempuh jalan kematian, ga bisa balik lagi, jalan cuma satu arah.

Jadi pelajaran bagi orang tersebut yang menghabiskan umurnya untuk cari kekuasaan cari harta, tapi yang nikmatin bukan dia tapi yang nanggung hisabnya adalah dia di hari kiamat. Pikirin betapa fana nya itu dunia yang baru kamu nikmatin udah habis.

Dunia sekarang ini uda tinggal ampasnya doang, yang nikmatin dunia itu dari masa dunia masih perawan seperti ghorun, firaun, kaumnya Nabi Hud a.s, kaum ‘ad, kaum tsamud, mereka tuh yang pada nikmatin, kita Cuma ampasnya doang. Dulu orang menikmati dunia ada yang 1000 tahun umurnya, ada yang 1500 tahun ada yang 700 tahun. Umur kita Cuma 60 atau 70 tahun. Nabi zaman dulu ketemu seorang ibu yang lagi nangisi kuburan anaknya. Nabi bilang uda bu ga usah nangis, ibu itu menjawab anak saya masih kecil, lagi lucu lucunya eh mati diambil. Terus Nabi a.s berkata emang berapa umurnya anak ibu yang mati? Ibu itu pun menjawab “anak saya baru berumur 350 tahun”.

Dunia itu susahnya banyak, capenya banyak, tidak ada kenikmatan yang akan kamu nikmati melainkan setelah merasakan sekian banyak kesulitan. Kamu bisa senyum tapi setelah berapa tangisan? Kamu bisa kenyang tapi setelah berapa lapar? Setelah berapa keringat yang kamu lap didahi kita? Kamu bisa bayar ini itu tapi setelah perjuangan berapa lama? Dihinakan, direndahkan dan lain sebagainya. Dan yang kamu dapat hanya secuil.


Tapi akherat cuma baca sebentaran aja seperti “Subhanallah walhamdulillah walailahailallah wallahuakbar” dapet sepohon disurga. InshaAllah. Dan masih banyak amalan akherat yang terlihat ringan namun manfaat dan fadhilahnya kelak sangatlah banyak dan besar.







kata kunci
sifat dunia
gambaran dunia
cinta dunia
dunia yang fana
Dari Alhabib Muhammad Rizieq Syihab.
Di Acara Maulid kota Cibarusah.

Hey generasi muda umat islam, pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok. Hey anak anak muda, anda hari ini sebagai pemuda, besok anda akan menjadi pemimpin umat, pemimpin bangsa, pemimpin masyarakat, pemimpin Negara. 

Makanya kepada para pemuda kita, kepada calon pemimpin bangsa dari mulai sekarang tancapkan dihatimu yang paling dalam, masukan dalam sanubarimu yang paling dasar bahwa hukum Allah diatas segalanya. Tidak ada satupun yang lebih baik, lebih indah dari hukum Allah. Bagi orang yang punya keyakinan kepada Allah, beriman kepada Allah, tidak ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allah. Hukum Allah wajib kita tegakan dalam sendi-sendi kehidupan kita. InsyaAllah.

Ayat suci diatas ayat konstitusi. Kenapa? Sebab Ayat suci adalah ketetapan Ilahi, ayat suci itu adalah ayat ketetapan Allah SWT, ayat suci itu karena merupakan ayat ketetapan Ilahi sehingga merupakan harga mati yg tidak boleh diubah dan direvisi, apa yang Allah katakan halal ya halal, apa yang Allah katakana haram ya haram, apa yang Allah larang ya jangan dikerjain, apa yang Allah perintahkan ya laksanakan. Simpel ajaran islam, inti ajaran islam adalah laksanakan saja yang perintah Allah dan RasulNya, tinggalkan yang dilarang Allah dan RasulNya, Selesai. Dan semata mata ikhlas hanya untuk mencari ridho Allah.

Karena itu sekali lagi saya ingatkan kanapa ayat suci diatas ayat konstitusi? Sebab ayat suci adalah ketetapan Ilahi yang tidak boleh diubah ataupun direvisi, harga mati. Berbeda dengan ayat konstitusi. Ayat konstitusi itu ketetapan insani, buatan manusia. Karena buatan manusia sehingga konstitusi apapun dimanapun, kapanpun tetap boleh bisa diubah serta direvisi tergantung tuntutan situasi dan kondisi.


Kita berikan contoh di Indonesia. Landasan konstitusional Republik Indonesia adalah Undang Undang dasar 1945. Itu landasan konstitusi yang harus kita taati yang harus kita patuhi tapi ingat konstitusi bukan ayat suci. Manakala diperlukan untuk diubah pasti akan diubah. Dan itu terbukti pada saat reformasi 1998, 2001, 2002 sampai 2003 UUD 1945 empat kali di amandemen, empat kali diubah, empat kali direvisi itu bukti bahwa konstitusi bisa diubah, bisa direvisi, bisa dibatalkan, diganti dengan yang baru, bahwa konstitusi itu bisa di amandemen. Tapi kalau ayat suci adalah haram untuk kita ubah, haram untuk direvisi, haram untuk kita amandemen.



Video lengkap klik disini




Kata kunci
ayat suci di atas ayat konstitusi
pesan habib untuk generasi muda
hukum yang paling baik
hukum yang paling indah
Ajaran islam itu simpel
Ajaran islam itu mudah
Pernyataan Habib Rizieq Saat di Acara TVRI


Habib Rizieq berkata:
FPI ini bukan malaikat, FPI ini juga tidak boleh mengklaim kalau dirinya suci, didalam FPI ini kan ada oknum oknum tidak baik juga. Nah karena itu saya minta bantuan masyarakat. Manakala masyarakat mendapatkan ada oknum FPI yang tidak bagus akhlaqnya tidak bagus moralnya dan memang melakukan hal hal yang tidak patut diwilayahnya tolong laporkan kepada kami, kami akan ambil tindakan tegas. Bahkan kalau ada cabang cabang FPI yang coba coba melakukan suatu kegiatan yang melanggar dari pada prosedur yang sudah disebutkan sebelumnya kita tidak segan segan cabang itu kita bekukan dan kita bubarkan.

Jadi kita tidak mengklaim kalau FPI ini tidak punya salah. Saya pun sebagai pimpinannya mungkin terkadang juga bahkan sering melakukan kesalahan, apa itu kesalahan dalam mengambil keputusan, kesalahan didalam berucap, kesalahan dalam bertindak. Nah karena itu mari kita saling menasehati, saling memperingati saling memperbaiki satu sama lainnya.


Video lengkapnya disini 

Diambil dari Dialog Jaya Suprana dengan Habib Rizieq di TVRI



Habib Rizieq berkata:
Jadi didalam organisasi FPI ini ada prosedur standar, yang pertama kita menunggu laporan masuk. Artinya ada laporan dari masyarakat bahwa diwilayah itu katakanlah ada tempat perjudian, ada tempat pelacuran, harus ada laporan dari masyarakat. Jadi tidak ujug ujug FPI datang tanpa permintaan masyarakat. Kalau masyarakat melapor berarti disini ada ketidaknyamanan masyarakat terhadap kemaksiatan tadi. Nah kalau laporan masuk selanjutnya kami lakukan langkah investigasi, artinya kami periksa dulu laporan masyarakat itu benar atau tidak, kita himpun data, baik itu dengan film atau dengan foto. Jadi benar benar terbukti kalau disana itu sesuai dengan laporan masyarakat.
Nah setelah itu masih ada langkah ketiga, setelah data terkumpul kami lakukan pemetaan wilayah. Maksudnya pemetaan wilayah itu begini, kalau misalkan masyarakat mayoritas tersebut setuju dengan tempat tadi, mungkin ada anaknya yang bekerja disana, mungkin ada warganya yang jadi tukang parkir disana, andai kata masyarakat disana masih mendukung tempat maksiat tadi, maka kami sebut wilayah dakwah. Kami harus kirim ustadz, kirim guru, kirim penda’I kirim pendakwah untuk menyadarkan masyarakat kalau maksiat itu berbahaya bagi kehidupan mereka. Itu bisa 1 tahun, 2,3 atau 5 tahun malah ada tempat maksiat yang sampai saat ini tidak disentuh oleh FPI, nah orang yang tidak paham mungkin beranggapan tempat tersebut nyetor sama FPI. (Habib Rizieq dan Jaya Suprana tertawa)

Jadi kalau tempat maksiat tersebut warganya masih mendukung, kemudian kita melakukan satu aksi fisiklah katakan maka itu akan menjadi konflik horizontal antara FPI dan masyarakat dan itu tidak boleh. Kalau setelah kami investigasi ternyata masyarakat mayoritas memang ga suka dengan maksiat tadi cuma mereka ga tahu jalan bagaimana cara menutupnya, mereka sudah lapor ke RT ke RW ke Lurah tapi tidak membuahkan hasil. Nah ini kita sebut dengan wilayah hisbah artinya dukungan masyarakat kita sudah dapat, nah tinggal bagaimana menuntun masyarakat tadi untuk menutup tempat maksiat tadi. Bagaimana cara menuntunnya? Kami bawa mereka ketempat yang lebih tinggi, kami bawa ke Camat, kami bawa ke Gubernur, kami bawa ke DPRD untuk dialog, kami ajak mereka untuk berdemo secara damai, kirim surat, kumpulkan tanda tangan masyarakat yang minta itu ditutup. Manakala aparat sudah turun dan menutup karena tekanan masyarakat begitu kuat, maka tugas FPI selesai.

Jadi kalau maksiat itu sudah tidak ada di republik ini, pemerintah menegakan hukum secara benar, FPI bubar sendiri.

Saya kasih contoh, sekarang yang namanya judi kan ada undang undang yang melarang, yang namanya pelacuran ada undang undang yang melarang, yang namanya minuman keras ada aturannya. Kalau semua ini ditegakan oleh pemerintah dengan baik, dengan benar berartikan pelacuran tidak ada, berartikan perjudian tidak ada, nah kalau itu dilakukan dengan benar FPI kehilangan pekerjaan. (Habib Rizieq tersenyum)



Lihat video lengkap disini

Berikut Wawancara Alhabib Rizieq Shihab denga Bapak Jaya Suprana di TVRI (Bagian 3).

Habib Rizieq:

Dalam ajaran islam, kita punya pilar pilar toleransi, yang pertama adalah sebagaimana Allah firmankan dalam Alquranul Qarim, لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ "tidak ada paksaan dalam agama", artinya setiap seorang muslim itu tidak boleh melakukan pemaksaan dalam bentuk apapun kepada orang lain untuk masuk dalam ajaran islam. Ini ketentuan dakwah dalam islam, jadi ga boleh ada orang dipaksa masuk islam, dipaksa menjalankan syariat islam itu ga boleh.

Yang kedua, tidak boleh ada caci maki terhadap agama lain, bahkan Allah ingatkan nanti kalau kau hina mereka, nanti mereka akan menghina Allah. Jadi kalau ga mau dicubit jangan nyubit, kan begitu.

Yang ketiga yaitu, dalam urusan ibadah Allah menyatakan kepada umat islam untuk menyampaikan kepada orang orang diluar islam “lakum dinukum waliyadin” bagi kalian agama kalian, bagi saya agama saya.
Toleransi bagi umat islam ini memang sudah harga mati.

Jaya Suprana:

Tapi sayangnya kesan yang kita peroleh bukan seperti itu, karena apa yang kita dengar agama yang paling tidak toleran itu ya agama islam. Dan ini kita dengar dari Habib ternyata ada tiga pilar toleransi.

Habib Rizieq:

Sebenernya ada sepuluh pilar toleransi, paling tidak ada tiga yang utama yang saya utarakan tadi. Dalam ajaran islam ini kita menerima dengan sepenuh hati konsep pluralitas tapi kami menolak konsep pluralisme, ada beda pluralitas dengan pluralisme, kalau pluralitas itu adalah kebhinekaan, keragaman, karena itu islam diajarkan dengan pilar pilar toleransi yang disebutkan tadi. Pilar pilar toleransi itu dalam rangka untuk kita bisa hidup dengan benar, dengan baik dengan lurus dalam masyarakat yang plural tadi. Nah ini kita sebut pluralitas.



Sedangkan pluralisme ini kan suatu isme, suatu paham yang meyakini bahwa semua agama sama, semua agama benar, semua agama pasti akan masuk surga, semua agama ini ajarannya tidak berbeda. Ini sebenernya yang kami tolak. Kenapa kami tolak? Bagi kami, biarkan setiap umat beragama meyakini agamanya yang paling benar, itu hak dia. Dia bebas mengatakan agama saya yang paling benar, agama lain tidak benar. Tapi dia tidak boleh menghina agama lain.

Seperti saya seorang muslim, saya katakana saya sebagai orang muslim saya beriman, bahwa agama islam adalah agama yang paling benar selain islam tidak benar. Itu keyakinan saya dan saya punya hak untuk itu tapi saya tidak punya hak untuk menghina, untuk mencacimaki, untuk mencerca agama diluar islam. Nah begitu juga pak Jaya sebagai seorang kristiani, punya hak mengatakan saya sebagai seorang kristiani saya yakin Kristen yang paling benar, selain Kristen tidak benar. Itu hak pak Jaya dan saya tidak boleh mengintervensi mengatakan pak Jaya mesti mengakui islam benar juga dong, ga boleh. Sebagaimana saya juga ga boleh di intervensi, Habib harus mengakui agama diluar islam itu benar juga dong, Ga bisa, ini soal keyakinan. Tapi pak jaya tidak boleh menghina islam, saya tidak boleh menghina Kristen. Kalau menghina aja tidak boleh apalagi mengganggu, apalagi kekerasan, apalagi membunuh, ga boleh.


Bersambung...

Video Selengkapnya disini
Ceramah Alhabib Ahmad bin Syueb
Ceramah Bahasa Sunda


Salah satu anu paling diajarkeun ku syaitan adalah “kebencian”, kebencian urang ka sesama umat Kanjeng Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, anu umat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam etateh dititipkeun ka urang sebagai umatna keneh, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam nitipkeun umatna sebelum meninggal teh tiga kali, didalam hadits ketika Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan satu perkara itu tiga kali menunjukan bahwa perkara itu teramat sangat penting.

Ka uninga ku urang sadaya riwayat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “ummati… ummati… ummati” sebelum Beliau meninggal. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam mengamanatkan, menekankan, mihapekeun umatna. Jalmi anu aya disekeliling urang, etateh umatna Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam, lamun urang jelema bakal paham kana maksud “ummati ummati ummati”. Seperti perumpamaan ulama “ketika eta kebon di pageran, berarti eta kebon ulah diliwatan, lamun aya nu nerobos asup ka eta kebon, berarti lain jelema tapi sato”

Ketika Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam nga amanatkeun umatna, “titip yeuh umat kami, titip umat simkuring” saur Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Jelema nu nampi ieu amanat bakal ngarti. Umpamana ketika urang katitipan satu barang, anu barang etateh milik guru urang, milik kolot urang umpama berupa motor, hp, atau apapun, maka urang bakal bebeakan atawa daek ngorbankeun nyawa untuk menjaga titipan ti guru urang anu sangat ku urang dihormati. Saha jalma anu wani ngaganggu kana barang anu ges diamanatkeun ka urang, urang pasti bakal nyarekan, ngalawan ka eta jelema. Urang sebagai jalmi anu katitipan eta amanat bakal ngarawat bener bener, bahkan dina makena oge pasti bakal lalaunan, hati hati pisan, Sabab barang etateh bakal ditanyakeun deui ku guru urang.

Tah ieu umat Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam dititipkeun ka urang kabeh anu ngarasa sebagai umatna, kusabab ieu teh titipan, maka urang sebagai jalmi anu katitipan pasti kudu ngarawatna. Ulah nepikeun ka ieu titipan teh kagores, ulah nepika titipan ieu teh cilaka, ulah nepika titipan ieu teh kapalingan. Karena apa? Karena sang pemberi amanat ka urang bakal nanyakeun, bakal nyampeurkeun ka urang, daek teu daek urang teh bakal disampeurkeun ku jalmi anu masihan eta amanat.




Apa yang akan kita jawab nanti di Padang Mahsyar ketika Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam berkata “mana titipanku? Apakah engkau telah rawat titipanku itu dengan baik? Bagaimana keadaan titipanku?” saur Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Rek kumaha urang ngajawab ka kanjeng Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam lamun jalmi anu sebagai umat Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam eta anu dititipkeun ka urang ku urang teh kalah digogoreng, ku urang teh kalah di aniaya, ku urang teh kalah dibaeudan, ku urang teh kalah dibenci, ku urang teh kalah di dzoliman. Apa kata Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam nanti di padang mahsyar. “kamu sebagai orang yang Aku titipkan telah menyianyiakan amanatku” Kata Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam. Rek kumaha urang minta syafaat pada waktu harita? Apakah berani kita bilang disana nanti “ Yaa Rasulallah tolong, saya ini akan dimasukan kedalam neraka, tolong selamatkan saya” sedangkan urang teh geus notolerkeun amanat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bahkan beh dituna nga nyenyeri, bahkan beh dituna ngadzoliman. Apa yang kita bilang? dan apa yang kita dapatkan dari Baginda Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam?


Maka, kudunamah urang teh era, kudunamah urang teh ngarasa, karena salah satu atau ciri orang yang bertaubat adalah orang anu ngarasa. Lamun urang can ngarasa ngarasa wae kalah dibalikeun dina hate jawaban masing masing ayeuna teh “heeh da rek teu geuleuh kumaha jelemana kaos kitu tuda pika geuleuheun” jawaban ieu teh datang ti syaitan, padahal keur aya keneh di majelis, eta mimilu keneh ka syaitan, keur aya dimajelis karek maca yasin jeung ratib ketika mendengar (membaca) ucapan seperti ini kalah malikeun, ngageremet dina hate “heeh rek kumaha teu geuleuh tuda, pika geuleuheun si etamah” eta lain ucapan anak Adam, lain ucapan umat Kanjeng Rasul shalallahu ‘alaihi wasallam tapi eta ucapan syaitan nu aya dina dada urang masing masing. Leungitkeun eta rarasaan karena urang masih keneh aya di majelis anu Allah Subhanahu wata’ala nurunkeun rahmat sareng magfirohna disaat ieu.







Kata Kunci :
1. Amanat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam
2. Titipan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam pada kita
3. "Kebencian" adalah ajaran syaitan


Berikut Wawancara Alhabib Rizieq Shihab denga Bapak Jaya Suprana di TVRI (Bagian 2).

Jaya Suprana:
Waktu saya berkunjung ke kediaman habib (Habib Rizieq) ternyata rumahnya habib disebelah gereja dan saya dengar pendetanya sendiri yang ngomong bahwa gerejanya itu dilindungi oleh habib (Habib Rizieq)

Habib Rizieq:
Iya, jadi memang dipetamburan tempat saya tinggal ini ada beberapa gereja, ada gereja bethel dari kalangan protestan, ada gereja salvator dari kalangan katholik, ada gereja lemuel, ada gereja imanuel, ada gereja HKBP. Kelima gereja ini dipetamburan sampai hari ini semua bisa melakukan kegiatan ibadahnya dengan tenang tanpa ada gangguan sedikitpun dari masyarakat. Karena memang kelima gereja ini tidak pernah berbuat masalah dengan masyarakat, artinya gereja gereja mereka dibangun pertama dengan izin, yang kedua kegiatan kegiatan mereka itu murni ibadah bukan untuk mengganggu dari pada ketenangan masyarakat, sehingga sudah sekian puluh tahun sampai hari ini mereka tidak ada gangguan apapun. Nah oleh karena itu hubungan saya secara pribadi, maupun FPI yang markasnya ada di Petamburan dengan pendeta tadi hubungannya cukup baik, mereka suka datang ke kita, kita suka dialog, kemudian kalau mereka punya masalah juga mereka sampaikan ke kita, apa yang bisa kita bantu kita bantu mereka. Bahkan kalau lagi datang musim banjir kita kerjasama.

Jaya Suprana:
Kalau ga salah, secara pribadi habib (Habib Rizieq) kan dulu sekolahnya di SMP Kristen?

Habib Rizieq:
Saya di SD Negeri di petamburan, dan waktu SMP di SMP Kristen bethel, yang memang tidak jauh dari rumah saya, karena memang waktu itu kan lulus SD ini usia masih terlalu muda, badan saya juga kan masih terlalu kecil, orangtua khawatir kalau saya di tempatkan di sekolah sekolah yang jauh, walaupun ketika itu secara rayon saya mendapatkan SMP 40 Pejompongan tapi karena orang tua khawatir jadi lebih baik sekolah ditetangga saja yang deket. Dan sebetulnya waktu itu saya sempat menyatakan juga “ibu kalau saya sekolah disitu apa nanti ga khawatir, ini kan sekolah lain agama” nah saya masih ingat betul ketika itu saya masih punya ibu jawab “ga usah khawatir, kamu kan ngaji, ada ustadz, setiap siang kan kita ada pengajian, sore kan juga belajar sama ustadz ustadz yang lain. Jadi dengan banyaknya pengajian ga usah khawatir lah toh kamu disitu kan belajar pengetahuan umum”

Saya pikir juga sekolah sekolah Kristen yang manapun di Indonesia kalau tidak ada pemaksaan kepada murid agama lain untuk belajar agama yang tidak dianutnya kan no problem.


Video Lengkap : https://www.youtube.com/watch?v=7SIgC-blj5M



Berikut Wawancara Alhabib Rizieq Shihab denga Bapak Jaya Suprana di TVRI (Bagian 1).

Jaya Suprana:
Kita mohon pencerahan dari Habib Rizieq, kenapa ko kita ini sampai ngeri begitu takut (takut kepada FPI khusus nya kepada Habib Rizieq)

Alhabib Rizieq:
Jadi saya melihat, memang saya tidak mengatakan semua media tapi banyak media media yang tidak memberitakan FPI apa adanya, jd mereka hanya memberitakan sesuai dengan keinginan mereka. Saya berikan contoh bagaimana lascar lascar FPI pada tahun 2004 ketika terjadi tsunami di Aceh itu ada 1000 laskar turun ke Aceh bekerja disana selama 4 bulan itu mengevakuasi tidak kurang dari 100.000 mayat, itu satupun media tidak ada yang memberitakan. 

Nah kemudian begitu juga bagaimana kerjasama FPI dengan kementrian sosial didalam program bedah kampung, jadi ada satu program bedah kampung yang dilakukan oleh kementrian sosial dan FPI diajak untuk bekerjasama dan kita buat MOU resmi bagaimana perumahan rakyat miskin yang tidak layak huni dijakarta maupun diluar Jakarta bersama sama dengan kementrian sosial kita turun kita melakukan bedah kampung. Nah ini juga kan tidak pernah masuk pemberitaan. 

Begitu juga kerja sama FPI dengan kementrian agama RI dimana kami turun dilokasi lokasi yang banyak warga ahmadiyah (Aliran sesat pada saat itu) untuk kami melakukan pembinaan bukan kekerasan. Saya kasih contoh satu di Tenjowaringin perbatasan Garut dan Tasik disana kami melakukan pembinaan ditahun 2009 sampai hari ini sudah lebih dari 800 warga ahmadiyah kembali kepada islam. Nah hal hal semacam ini tidak ada yang dimuat oleh media (Habib Rizieq tertawa). 

Jadi manakala ada suatu kejadian yang katakanlah terjadi tindak kekerasan, kadang kadang itulah yang di blow-up oleh media tanpa memberitakan akal persoalannya. 

Saya kasih contoh itu ditahun 2001, kejadian di kota Jakarta ada satu pembinaan ditempat olahraga biliyard yang dikelola oleh KONI pusat tapi ternyata disalahgunakan oleh kelompok kelompok masyarakat tertentu untuk ajang perjudian, penyebaran ekstasi dan ajang prostitusi. Kita sudah melakukan berbagai macam pendekatan ke koni, ke pemda DKI, laporkan ke polisi sampai 2 tahun itu tidak ada tindakan sementara masyarakat setempat sudah resah, ketika terjadi kles antara pengelola kemaksiatan tsb dengan lascar FPI dan terjadi pengrusakan. dan itu sudah diadili, laskar FPI yang melakukan pengrusakanpun sudah ditangkap, sudah diadili, sudah dipenjara. Tapi akhirnya tempat olahraga itupun sampai saat ini (tahun 2014) tidak dijadikan tempat maksiat lagi.

Jaya Suprana:
Berarti FPI ini memang tidak membenarkan kekerasan?

Alhabib Rizieq:

Ya kita tidak membenarkan kekerasan, artinya kalau memang ada lascar kita yang bersalah kita serahkan ke polisi, silahkan diproses silahkan diadili, silahkan dipenjara Cuma yang memprihatinkannya peristiwa tersebut kan terjadi tahun 2001 sebetulnya kan sudah clear, sudah masuk pengadilan, tapi beberapa stasiun televisi sampai hari ini diulang ulang terus itu pengrusakan, jadi seolah olah yang ada dibenak bangsa Indonesia itu ya itulah gaya FPI setiap hari (padahal sebenarnya tidak begitu).


(* Info:
Acara wawancara ini berlangsung di stasiun TVRI